Berbahasa yang Baik Sambil Praktik Mantenan
Kalau kalian akhir-akhir ini merasa banyak sekali dapat undangan pernikahan maka Anda tidak sendiri. Karena memang bulan ini adalah salah satu bulan favorit para orang tua menikahkan anaknya. Selain bulan Dzulhijah dan Syawal, rata-rata orang jawa yang beragama islam juga sering kali menikahkan anakanya pada bulan Jumadil Awal.
Apabila orang-orang menikahkan anaknya dengan acara yang meriah, tidak jauh beda dengan siswa-siswi MTs. Ihyaul Ulum Dukun. Mereka melakukan praktik acara pernikahan untuk menyelesaikan tugas Bahasa Daerah. Bu Millah selaku guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa Daerah mengatakan bahwa tugas ini adalah praktik untuk materi pidato dan pembawa acara.
Bu Millah memberi tugas ini karena acara yang masih sering menggunakan Bahasa Jawa yang halus adalah acara pernikahan di adat jawa. Bu Millah berharap agar siswa-siswi terbiasa menggunakan Bahasa Jawa yang halus saat berbicara dengan orang yang lebih tua. Agar siswa-siswi MTs Ihyaul Ulum Dukun “igak lali jawane” kata Bu Millah.
Menurut salah satu siswa persiapan untuk praktik acara ini memakan waktu yang cukup lama yakni 2 minggu. Selama 2 minggu mereka berlatih pada masa-masa senggang di sekolah, baik itu saat istirahat maupun saat selesai sekolah.
Mereka melakukan praktiknya cukup antusias. Ini terbukti dari betapa totalitasnya siswa-siswi dalam menjalani perannya masing-masing. Sampai ada yang berdandan, mengenakan kostum, hingga menyiapkan konsumsi. “Sudah kayak acara mantenan beneran” komentar salah satu tenaga kependidikan.
