Catatan Kegiatan Dawuh Masyayikh & Inspirasi Alumni
ASSSALAMUALAIKUN SOBAT INSPIRATIF… mode alim dulu gaksih!! karena kali ini kita akan membahas tentang “DAWUH MASYAYIKH & INSPIRASI ALUMNI”.
Kita mulai dengan, apasih sebenarnya dawuh masyayikh & inspirasi alumni ini? jadi ini adalah sebuah kegiatan yang diikuti seluruh peserta didik dan pendidik MTs IHYAUL ULUM. Acara ini sengaja mendatangkan para masyayikh atau alumni MTS IU yang banyak sekali tersebar di Masyarakat. Menurut Bu Alifatul Khorioh atau akrab disapa Bu Atul mengatakan tujuan utama kegiatan Dawuh Masyayikh dan Inspirasi dilakukan adalah menjalin silaturrahmi sekaligus memberikan motivasi agar seluruh siswa MTS IU terus giat belajar. “Setiap semester kita mendatangkan tiga kali pembicara, Insya Allah tahun ini ada KH Nadlori, Bapak Syaifuddin dan Anggota DPRD Jawa Timur Dr. H Iwan Zunaich” tambah bu Atul.
Oh ya sob ketiga pemateri tersebut merupakan alumni yang terbilang sukses dibidangnya masing-masing. KH. Nadlori sukses sebagai tokoh pendidikan di daerah Ujungpangkah, Bapak Syaifuddin merupakan salah satu guru besar di UINSA Surabaya, sedangkan H Iwan Zunaich sukses sebagai anggota DPRD dua kali berturut turut. Mereka bertiga dihadirkan untuk menceritakan kembali bagaimana suka dukanya belajar di MTS IU dan perjuangan mereka meraih impian. Daripada penasaran yuk kita simak kisah inspiratif mereka yang sudah dirangkum oleh redaksi.
Tanggal 16 September 2024 yang berkesempatan untuk mengisi acara adalah KH. Nadlori. Beliau adalah tokoh masyarakat Desa Kebonagung Ujungpangkah sekaligus alumni sepuhnya Ponpes Ihyaul Ulum Dukun. KH. Nadlori berguru langsung kepada Almagfurllah KH Ma’shum Sufyan. Beliau sangat paham bagaimana dulu KH Ma’shum mendidik santri-santri beliau.
Menurut KH Nadlori dulu KH Ma’shum orangnya sangat rajin disela-sela tugas sebagai kyai, masih giat untuk bercocok tanam dan memelihara ikan di tambak. “Pokoknya tidak ada capeknya, nek ono waktu nganggur saya sering diajak menjala ikan di pinggir bengawan” cerita KH Nadlori mengenang masa belajar di pondok.
Dalam tausyiahnya KH Nadlori banyak membandingkan perilaku santri dulu dan sekarang, kalau santri dulu jarang yang pintar tetapi tawadu’ mereka terhadap guru luar biasa. Barokah tawadhu’ ini hampir semua santri menjadi orang sukses dimasyarakat. Sebelum mengakhiri KH Nadlori berpesan jadi santri itu harus siap berjuang untuk masyarakat. Jadi apa saja tidak masalah yang penting punya ahlak dan perilaku yang baik. Ingat pesan KH Ma’shum sufyan dadio beras, nek ora iso dadio obat ojo dadi kolojengking.
Tanggal 20 Januari 2025 giliran Dr. H Iwan Zunaich atau akrab disapa Gus Iwan. Beliau adalah putra dari pemangku Ponpes Ihyaul Ulum KH Afif Ma’shum. Beliau anggota DPRD Jatim Fraksi Nasdem dapil Gresik Laomongan. Selain sebagai seorang politisi beliau juga sebagai direktur utama Aidrat (Air minum kemasan) yang terkenal di daerah pantura dan rektor STAIDRA Lamongan. Beliau akrab disapa Mas Iwan, perilakunya yang bersahaja membuat banyak santri yang mengidolakan beliau.
Tidak seperti kegiatan Dawuh Masyayikh yang biasanya dilaksanakan pagi hari, dikarenakan kesibukan gus Iwan terpaksa Dawuh Masyayikh digeser setelah Dhuhur. Meskipun begitu, antusiasme warga MTs IU tetap tinggi. Semua santri, guru dan tenaga pendidik tampak antusias menunggu kedatangan beliau. Dalam tausiahnya beliau banyak membahas tantangan menjadi santri dimasa global ini. Menurut beliau santri sekarang tidak hanya dituntut pandai dalam ilmu agama tetapi ia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai seorang santri. “masih sarungan lan kopyahan santri harus tetap update gak boleh gaptek. Karena siapa yang mengusai sains dan teknologi akan mampu menaklukkan dunia” kata Mas Iwan disamput tepuk tangan riuh seluruh peserta di Aula.
Setelah acara tausyiah, maka kegiatan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Apa itu? Ya tentu saja acara kuis berhadiah. Mas Iwan menyiapkan hadiah berupa uang tunai bagi santri yang mampu menjawab pertanyaanya. Soalnya tidak sulit hanya seputar Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun. “Siapa nama istri dari KH Ma’shum Sufyan?, yang bisa acungkan tangannya!” kata Mas Iwan, sontak hampir semua santri mengacungkan tanganya. Saya..saya…saya ucap mereka. Setelah dipilah dan dipilih akhirnya nama Sahrul santri asal surabaya yang maju dan berhak membawa pulang uang 50 ribu rupiah. Saking serunya tidak terasa hampir 2 jam kegiatan belangsung.
Sebelum menutup kegiatan Mas Iwan berpesan “di tangan kalianlah masa depan negeri ini. Ayo belajar yang rajin, disiplin, berakhlak yang baik. Dan jangan lupa semua tidak akan berhasil tanpa restu dari orang tua dan guru, karenanya jangan sekali-sekali menyakiti hati mereka.”. Matur suwun Mas Iwan semoga kami dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan dan keinginan besar Masyayikh Ponpes Ihyaul Ulum Dukun.
By Redaksi Inspiratif 19: APee (IX-F), Salsafa ar (IX-F), Jilan nka (IX-F)
Buletin OSIS MTs Ihyaul Ulum, INSPIRATIF (Media Kreasi dan Inspirasi Siswa) Edisi 19
