Dies Natalies Ponpes Ihyaul Ulum ke 74
1 Januari diperingati sebagai awal tahun baru masehi. Tanggal 1 Januari juga diperingati oleh beberapa marketplace sebagai hari diskon 1/1. 1 Januari juga diperingati oleh warga Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik sebagai Hari Kelahiran atau Dies Natalis.
Dies Natalis adalah istilah Latin yang berarti hari kelahiran. Istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada perayaan ulang tahun suatu perguruan tinggi atau institusi Pendidikan. Pada 1 Januari 2025 ini, Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik merayakan Dies Natalis yang ke 74.
Menurut skripsi Muhammad Habib Ardiansyah, yang diterbitkan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dengan judul “Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Desa Dukunanyar Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Tahun 1951-2012” disitu telah dijelaskan. Pondok Pesantren Ihyaul Ulum berdiri atas permintaan masyarakat Desa Dukunanyar yang ingin memperkokoh kehidupan agama di desa mereka. Warga meminta K.H. Ma’shum Sufyan untuk mengadakan pengajian rutin di rumah beliau. Oleh sebab itu, rumah beliau menjadi ramai didatangi oleh masyarakat sekitar yang ingin belajar ilmu agama.
Menurut penuturan dari K.H. Abdullah Afif Ma’sum dahulu K.H. Ma’shum Sufyan dan keluarga, terutama Mbah H. Rusydi (mertua K.H. Ma’shum Sufyan), Memberikan dukungan penuh, baik dalam aspek moral maupun materil, untuk membangun sebuah langgar dan beberapa gotha’an (kamar) di bagian depan rumah mereka sebagai tempat bagi para santri untuk belajar dan beristirahat. Dari langar tersebut kemudian menjadi awal sejarah lahirnya Pondok Pesantren Ihyaul Ulum yang sekarang.
Langgar tersebut terletak persis di depan rumah K.H. Ma’shum Sufyan, dan bangunannya terbuat dari kayu jati. Lantainya juga terbuat dari kayu jati dan terpisah dari tanah, mirip dengan bangunan panggung. Kemudian, K.H. Ma’shum Sufyan memindahkan tempat mendidiknya dari rumah ke langar tersebut, sambil menjadi imam sholat jamaah pada setiap waktu. Di langgar itu juga terdapat sebuah meja tulis kecil yang mudah diambil dan dipindahkan, digunakan sebagai fasilitas belajar mengaji bagi para santri.
Itulah sejarah singkat berdirinya Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik. Yang awalnya adalah pengajian rutin di rumah K.H. Ma’shum Sufyan. Kemudian dipindah ke langgar yang ada di bagian depan rumah beliau. Hingga sekarang memiliki beberapa cabang Lembaga Pendidikan mulai dari TK hingga Sekolah Tinggi.
