Assalamualaikum sobat inspiratif. Pada rubrik kali ini kita akan membahas seputar kakak tingkat kalian. Salah satunya adalah Khorun Ni’am dari kelas IX F/9 Tahfidz (saat tulisan ini di posting dia sudah kelas 1 SMA). Siapa sih yang nggak kenal doi satu ini. Guru-guru bahkan punya julukan khusus untuk kakak satu ini “Kecil-kecil cabe rawit”. Alias kecil-kecil banyak prestasinya.

Doi ini dari kelas tahfidz loh sob. Kata siapa kelas tahfidz hanya dicetak untuk hafal Al-Quran saja. Buktinya doi tetap bisa dapat prestasi yang gemilang diberbagai cabang lomba. Lah itulah sobat inspiratif, ketika kalian berniat mengejar akhirat, dunia pun ikut mengikutimu. Bukan sebaliknya. Ketika tujuan hidupmu hanya untuk dunia, akhirat mana mau sama kamu hahahahaha. Kejar akhirat dulu ya sob. Oh ya Doakan juga semoga doi bisa hafal hingga 30 juz, amin…….

Doi ini biasanya dipanggil Niam. Lahir pada 12 Maret 2009 di Gresik, alias di Kertosono Sidayu Gresik. Anak pertama dari dua bersaudara ini hobi sekali memancing dan membaca Al-Quran, kadang juga bermain game hahahah. Itulah mengapa don’t judge a book by its cover artinya jangan menilai buku dari sampulnya.

Penampilan kakak satu ini memang terlihat sangat acakan. Tidak seperti siswa teladan lainnya. Doi ini sangat unik bin ajaib hahahah. Bagaimana tidak, seragam jarang dimasukkan, peci sering tidak dipakai, sering tidur dikelas, sering ngobrol di kelas, hingga sering izin kekamar kecil padahal njajan di Mbak Um. Namun jangan kaget sob gini-gini doi ini ajaib loh. Di sekolah dia juga juara kelas loh.

Tidak hanya di sekolah, di luar sekolah doi juga sering dapat juara loh. Beberapa diantaranya juara 1 Catur di Assaadah Tingkat Jatim, juara 3 Catur MAN 1 Gresik Tingkat Jatim, juara 1 Pildacil SMAN 1 Surabaya Tingkat Jatim, juara 2 Pildacil MAN 1 Gresik, juara Harapan 1 Tahfidz di Assaadah Tingkat Jatim, dan juara 2 Tahfidz MANELA 2023 Tingkat Jatim. Keren sekali kan sob, sampai tidak bisa berkata-kata. Kalian juga bisa nggak kayak doi. Bisa dong ya……

Doi ini terkenal sekali di sekolah karena super asik kalau diajak ngobrol. Teman-temannya juga banyak sekali diberbagai kelas. Bahkan menurut penuturan Bu Azkiyah selaku guru Bahasa Indonesia mengatakan “Mas Ni’am itu humoris mangkanya teman dari kelas-kelas lain banyak. Walupun sedikit resek di kelas, tapi kalau ada tugas Ni’am selalu selesai duluan dan nilainya juga cukup bagus. Ya itu saja sih kekurangannya, anaknya gak bisa diem duduk di kursinya, kalau kelebihannya sih banyak,” ungkap Bu Azki.

Doi ini juga punya cita-cita yang sangat mulia loh sob. Kakak satu ini suatu hari nanti dia ingin menjadi seorang Ustadz. Yap doi ingin sekali mengamalkan ilmu-ilmu aganyanya suatu hari nanti. Doakan ya sob agar kakak ini bisa mewujudkan cita-cinya. Doa baik akan kembali kepda diri kalian sendiri. Doi juga punya pesan untuk sobat inspirartif di luar sana yang juga berjuang menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz. “ Jangan lepaskan kebiasaanmu membaca Al-Quran. Jangan lepaskan hafalanmu karena kesibukan aktivitas bermainmu,” tutur Kak Ni’am pada wawancaranya.

Mungkin dari sobat inspiratif ada yang berniat menghafal Al-Quran seperti kakak satu ini. Tapi kalau niat sih semua orang juga bisa. Namun orang penghafal Al-Quran adalah orang yang sudah dipilih oleh Allah. Orang-orang pilihan, tidak semua orang diberi amanah untuk menghafal Al-Quran. Semoga diantara kalian suatu hari nanti menjadi salah satunya ya yang menghafal Al-Quran. Amin….

Ah jadi mellow gini. Kalian penasaran nggak doi ini bakal sekolah di mana? Kalau menurut perkataanya pada bulan Januari sih doi bakal sekolah di MA Ihyaul Ulum. Sering-sering deh bakal ketemu kakak unik satu ini hehehehe.

Tidak lupa mengakhiri wawancaranya, doi juga punya kesan dan pesan untuk guru-guru yang sudah berjasa atas pencapaiannya.

“Kesan saya sekolah di MTs. Ihyaul Ulum sangat menyenangkan, seru, dan banyak ilmu yang belum pernah saya pelajari sebelumnya. Saya beruntung sekali bisa bersekolah di sini. Walaupun saya laki-laki sendiri di kelas saya. Saya tidak kesepian, karena punya teman kelas yang sangat ramai seperti pasar. Heheheh. Untuk pesan kepada guru saya, saya amat sangat berterima kasih kepada semuanya. Terutama guru tahfidz, guru lomba, guru kelas, serta guru yang pernah menjadi wali kelas saya. Terima kasih sudah sabar menghadapi saya. Pak/Bu doakan saya. Saya juga ingin sukses seperti Bapak/Ibu guru,” tutur doi panjang lebar kala itu sambil cengengesan.

Cukup dulu ya sob. Sampai sini saja rubrik kakakku inspirasiku. Ambil cerita baiknya, buang jauh-jauh cerita buruknya. Semoga dari cerita ini dapat menginspirasi kalian semua. Sanpai jumpa pada majalah berikutnya.
By Redaksi 7