Jangan Ada Bullying di Sekolah
Hay sobat inspiratif. Kali ini kita bertemu pada rubrik “Ranah Konseling”. Sesuai tema majalah kali ini kita akan membahas sedikit tentang pengertian perundungan, bentuk-bentuk perundungan, dampak buruk, serta bagaimana cara BK menangani perundungan di sekolah. Yah tentunya kita juga menghadirkan guru BK MTs. Ihyaul Ulum untuk ikut campur pada rubrik kali ini. BU Ifadatun Nisa’, S.Pd. itulah dia nama guru BK yang akan kita tanya-tanyai seputar perundungan.
Oke sobat inspiratif , bullying atau bisa disebut juga sebagai perundungan adalah peristiwa yang cukup sering ditemukan. Salah satunya terjadi bullying di lingkungan sekolah. Bullying adalah dosa besar pada ranah pendidikan.
Seharusnya lingkungan sekolah menjadi wadah kreativitas siswa, bukan menjadi ajang kekerasan antar temannya. Untuk itu hendaknya para siswa menghindari hal tersebut demi terciptanya kerukunan bersama.
Bullying atau perundungan adalah suatu aktifitas menganggu yang lemah. Perilaku yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan merasa tertekan. Pada dasarnya bullying adalah tindakan penindasan yang dilakukan individu atau kelompok untuk menganiaya individu lain secara sadar dan sengaja. Bullying bisa ditujukan untuk menyakiti atau menakuti dengan ancaman tertentu.
Dengan kata lain bullying dapat menjadi kebiasaan yang buruk bagi para siswa. Nah untuk menjauhkan diri kalian dari keinginan untuk melakukan bullying, alangkah baiknya kalian mengetahui bentuk dan dampak dari Bullying.
Berikut kenali bentuk-bentuk bullying
- Kontak fisik (Physical bullying): menyakiti seseorang dengan memukul, mendorong, menendang, menjambak rambut, atau menganiaya secara fisik dan biasanya meninggalkan bekas luka di bagian tubuh, seperti memar.
- Kontak verbal: bullying ini berupa tindakan menghina, mencela, mengancam, atau melecehkan dengan kata-kata yang merendahkan dan menyakitkan. Seperti menghina fisik seseorang (hitam,gendut,kurus,dll) dan mengolok-ngolok nama orang tua.
- Pelecehan sosial: bentuk bullying ini berupa menyebarkan gosip dan fitnah tentang seseorang. Perundung juga bisa memanfaatkan atau menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan negatif tentang korban secara online. (Cyberbullying).
- Pelecehan emosional: bentuk bullying ini menyebabkan stres, kecemasan, atau ketakutan pada korban melalui ancaman, intimidasi, atau penghinaan. Ini bisa mencakup mengancam untuk melukai korban atau mengancam keselamatan mereka.
Dampak buruk bagi Perundung:
- Mendapakan label negatif dari lingkungan
- Mendaptkan sanksi social/ dijauhi masyarakat
- Di jahui banyak orang/di kucilkan
- Susah diterima bekerja di perusahaan besar, karena punya catatan di kepolisian
- Mencoreng nama baik keluarga
- Berpeluang besar masuk penjara
Bagaimana cara BK menangani jika siswa melakukan bullying:
- Panggilan siswa untuk mengidentifikasi apa motif siswa tersebut untuk merundung.
- Kolaborasi dengan wali kelas untuk menyelesaikan masalah siswa tersebut.
- Mempertemukan perundung dan korban perundungan untuk mendamaikan mereka agar perbuatan tersebut tidak terjadi lagi.
- Melakukan konseling individu terhadap siswa yang melakukan bullying, serta memberi motivasi dan penguatan agar siswa tersebut tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
- Selalu memantau perkembangan siswa tersebut di sekolah, pondok/rumah, melalui wali kelas, orang tua/pengurus pondok.
- Panggilan orang tua untuk memberi tahu tingkah laku dan perkembangan anaknya di sekolah, mengajak bekerja sama dalam memantau siswa tersebut.
Nah sobat inspiratif itulah mengapa kita harus mengurungkan niat merundung teman, karena banyak sekali dapak negatif yang akan diperoleh. Jadilah siswa yang tidak punya catatan buruk di sekolah. Lulus dengan keadaan baik-baik.
Berikut pesan dari Bu Nisa’ selaku guru BK di MTs. Ihyaul Ulum “Cintailah dirimu sendiri dan tidak menyakiti orang lain. Semakin kita benci diri kita sendiri, semakin kita ingin orang lain mendirita. Penindasan itu bagi orang-orang yang lemah, pernahkah kamu berpikir bahwa yang menyelamatkan kamu di akhirat nanti bisa orang-orang yang kamu bully. Maka dari itu mari kita cintai dirikita sendiri dan jangan jadi orang yang kurang percaya diri (lemah),” tutur Bu Nisa’ dalam wawancaranya.
By Redaksi 7
