Kelas Inklusi
Kelas inklusi MTs. Ihyaul Ulum Dukun Gresik adalah kelas khusus yang melakukan pendekatan pendidikan dengan mendorong partisipasi aktif dan inklusif dari semua peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Di dalam kelas inklusi, peserta didik dengan berbagai tingkat kemampuan belajar dan perbedaan individu lainnya diajarkan bersama-sama di lingkungan yang sama.
Proses pendidikan kelas inklusi di MTs. Ihyaul Ulum Dukun Gresik melibatkan beberapa langkah sebagai berikut:
1. Identifikasi kebutuhan individu: Guru melakukan penilaian terhadap setiap peserta didik untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar individu mereka. Ini dapat melibatkan pengamatan perilaku, tes kemampuan akademik, atau konsultasi dengan orang tua dan ahli lainnya.
2. Penyusunan rencana pembelajaran individual (RPI): Setelah identifikasi kebutuhan dilakukan, guru bekerja sama dengan tim multidisiplin untuk menyusun Rencana Pembelajaran Individual (RPI) untuk setiap peserta didik yang memerlukan dukungan tambahan. RPI mencakup strategi pembelajaran khusus, sumber daya tambahan, dan penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
3. Penggunaan metode pengajaran inklusif: Guru menggunakan metode pengajaran yang mendukung partisipasi aktif semua peserta didik dalam proses pembelajaran. Ini termasuk menggunakan beragam strategi pengajaran seperti mulai dari pemecahan masalah secara kelompok hingga kerja dalam pasangan atau tim kerja.
4. Pemberian dukungan individual: Peserta didik dengan kebutuhan belajar tambahan diberikan dukungan individual oleh guru atau tenaga pendidik tambahan seperti asisten pendidikan khusus atau koordinator layanan inkluensi dalam menjalankan RPI mereka.
5. Penilaian formatif: Guru secara berkala melakukan penilaian formatif untuk memantau perkembangan belajar setiap peserta didik dan memberikan umpan balik positif serta bimbingan selanjutnya sesuai dengan tujuan pembelajaran mereka.
6. Kolaborasi tim multidisiplin: Tim multidisiplin terdiri dari para guru reguler serta spesialis seperti psikolog sekolah atau logopedi bekerja sama secara kolaboratif untuk mendiskusikan perkembangan dan pencapaian setiap peserta didik serta merancang langkah-langkah intervensi tambahan jika diperlukan.
7. Penggunaan teknologi pendidikan: Guru menggunakan teknologi pendidikan seperti aplikasi pengajaran, video pembelajaran, atau perangkat lunak khusus untuk mendung pembelajaran peserta didik dengan kebutuhan khusus. Tekologi ini membantu menyediakan aksesibilitas dan penyesuaian yang diperlukan.
8. Kolaborasi dengan orang tua: Guru berkomunikasi secara teratur dengan orang tua peserta didik untuk membagikan informasi tentang perkembangan belajar mereka dan mendiskusikan strategi yang efektif untuk meningkatkanisipasi dan pencapaian peserta didik.
9. Lingkungan inklusif: Kelas inklusi di MTs. Ihyaul Ulum Dukun Gresik didesain sedemikian rupa agar menciptakan lingkungan inklusif yang mendorong partisipasi aktif dari semua peserta didik.
