Kelas Bina Prestasi Berasa di Bioskop
Hello everyone, kalian tau gak kalian tau gak? (wah apa an tuh). Di MTs Ihyaul Ulum Dukun ada bioskop tersembunyi loh. (what kok bisaaaa?!!) jadiiii begini ceritanyaaaaa.
Annyeong sobat inspiratif, balik lagi nih sama kita di rubrik pojok kelas, seperti biasa apakah kalian tahu tentang kelas binpres yang unik kali iniiiii. Yap betul, kelas binpres 9E. Seperti yang kalian tahu ya kids, kelas-kelas binpres pada umumnya sering dijuluki dengan kelas yang dihuni oleh murid-murid pintar, alim, rajin, baik, tidak sombong, dan pandai menabung hahahasha.
Eits… tapi apakah kalian tau Sob bahkan guru-guru sudah memberikan kepercayaan bagi kita agar menjadi siswa-siswi yang seperti itu. Kami merasa berdosa sekali apabila melanggar peraturan yang mengecewakan hati para guru. Oleh karena ituah kami menjadi murid yang patuh, tapi lama kelamaan karena perjalanan MTs yang sangat lama di dalam kelas 9, kami pun memberontak.
Eitsssss tapi kami tidak lupa dengan peraturan-peraturan yang ada di sekolah. Kami masih tetap jadi siswa teladan kok. Aseeekkk……sumpah seru banget sih sob diberi kesempatan masuk kelas binpres. Yah walaupun sedikit jenuh karena banyak sekali tugasnya, tamun tetap saja kita tetap bertanggung jawab kok sebagai siswa. kalau ada tugas ya dikerjakan, kalau ada perintah ya dilaksanakan.
Sekolah memang tempat kita menuntut ilmu sob, di sekolah kita belajar berbagai macam pelajaran dari mulai ilmu agama sampai ilmu umum. Walaupun kelas kami dikenal dengan kelas yang monoton, tapi jangan salah monoton-monoton gitu kompak loh.
Buktinya saja pada semester 1 murid-murid kelas 9E berhasil meraih juara umum di lomba Porseni MTs Ihyaul Ulum. Tidak hanya itu, kita juga pernah juara 1 kebersihan kelas loh. Kompaklah 9E gituloh.
Tapi sob apa kalian tahu?? pada semester 2 tahun pelajaran terakhir bagi kelas 9E, kami dikejutkan dengan benda aneh yang ada di kelas. saat kami memasuki hari pertama semester 2 kami terheran-heran dengan apa yang ada di kelas kita. Kalian tahu itu apaaaaaa, ya betul sekali… seperti yang dijanjikan oleh bapak kepala sekolah tercintahhh Muhammad Syifa’ul Fu’ad pada beberapa bulan yang lalu, masing-masing kelas binpres dari mulai kelas 7,8,9 diberikan papan digital untuk metode pembelajaran.
Kami sangat senang menerima pemberian tersebut. Namun tidak semudah itu fergusooooo. Kami harus menggunakan papan digital itu hanya untuk pembelajaran saja. Yah namun apalah kita. Kita juga manusia biasa yang mudah sekali bosan ketika di kelas. Tanpa pikir panjang kami gunakan papan digital itu untuk nobar jika istirahat atau jika ada jam kosong. Seru banget deh, kenapa tidak dari dulu sih saat kita masih duduk dibangku kelas 7 huhuhuhu sedih.
Pengalam kami saat pertama-tama menggunakan papan digital atau papan tulis elektronik itu sangat berkesan. Kok bisa ya manusia menciptakan teknologi secanggih itu. Kami sangat terpukau dengan alat sebesar itu di depan kami. Dunia teknologi benar-benar sudah di depan mata. Papan digital itu sangat membantu kami mencari informasi seputar pelajaran.
Kami juga kadang disuruh guru untuk membuat PPT sekreatif mungkin untuk ditampilkan dihadapan teman-teman dan dipresentasikan. Daripada menulis dipapan akan membuang-buang waktu yang cukup lama, belum juga menghapus tulisan yang ada di papan. Beberapa guru sudah punya file untuk materi, jadi guru tidak perlu repot-repot menulis di papan dan menghapus tulisan di papan.
Papan itu tidak hanya dirancang untuk membantu pelajaran sob. Papan itu juga dirancang untuk membawa suasana yang asik hahahah. Sangat membantu kami memperbaiki mood kami ketika di kelas. Kami mencari berbagai jenis film dari mulai horor, romantis, sampai komedi. Hatam-hatam hahahaha.
Selain itu kami membuat email kelas, login Instagram kelas dan juga memasang spotify di papan digital tersebut. Nobar di kelas bersama teman-teman itu asik banget, papan sebesar itu dengan gambarnya yang jernih berasa seperti di bioskop tanpa membayar tiket masuknya. Nobar yang paling seru itu saat nonton film horror sih. Suasananya ituloh kebawa sampai di dalam kelas. Jeritan-jeritan teman saat jumpscare pada film dan makanan yang kami bawa untuk nonton bareng membuat kelas kami benar-benar berasa di dalam bioskop.
Kadang-kadang terbayang-bayang lho sob hantu di film itu, baik di rumah di pondok dan lain lain. Sampai-sampai kami tidak berani ke toilet sekolah loh. Hanya saja kurang gorden pada jendela kelas kami, karena layar sebesar itu kadang silau terkena LCDnya, dan suaranya juga kurang keras. But its oke, kami amat bersyukur kok. Tanpa papan raksasa itu apalah jadinya kelas kami saat jam istirahat, sangat boring.
Tidak hanya nobar, kami juga kerap kali karaokean bernyanyi bersama-sama di kelas. Kami menggunakan papan itu di sela-sela terakhir pembelajaran. Asal kalian tau yah teman teman, kelas 9E dulu, dikenal sebagai kelas kuburan alias kelas yang sangat sepi saat kalian lewati, karna dulu kami belum beradaptasi dengan teman satu kelas. Alhasil kami dijuluki sebagai kelas kuburan sama man teman.
Tapi saya rasa setiap kelas binpres pasti orang-orang beranggapan bahwa kelas itu sangat membosankan dan sepi kayak kuburan. Tapi persepsi itu semua salah sob. Justru kelas binpres itu seru, dan ramai kayak di pasar. Ya karena banyak guru yang mengharuskan kami aktif di dalam dan di luar kelas.
Okeh sekian pergosipan kita kali ini, sampai jumpa di pojok kelas selanjutnya papayyyyyyyyyyy lovyuuu.
By Redaksi
Dinda Haniyah (9E)
