Literasi Digital, Bentengi Siswa MTS IU Dari Berita Hoax
Assalamualaikum… Hallo sobat inspiratif, gimana kabar kalian? ketemu lagi nih sama kita, jangan bosan dulu dong di rubrik selanjutnya kita bakal ketemu lagi, hehe… Jadi seperti judul di atas pada rubrik kali ini kita akan membahas seputar literasi digital nih. Wah di era seperti sekarang semuanya serba digital yah, bahkan untuk sebuah informasi saja kita mendapatkan nya secara digital, entah itu fakta ataupun hoax.
Tanggal 16 Desember 2024 dimana diadakan sebuah kegiatan di sekolah kita, tetapi kegiatan ini dikhususkan untuk kelas 9 saja, Kegiatannya bernama literasi digital. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari PK IPNU IPPNU MTs Ihyaul Ulum. Kalau dipikir-pikir kenapa sih harus diadakan kegiatan literasi digital ini, emangnya penting ya?? Wahh penting banget dong. Jadi sobat, di era digital yang maju ini, kita sebagai remaja harus bisa menggunakan media digital dengan bijak. Istilah kerennya bijak bermedia sosial. Nah, dengan zaman yang serba digital seperti saat ini kita juga harus tau cara menggunakan media digital dengan baik jangan asal-asalan saja. Atas dasar itulah kemudian pengurus PK IPNU IPPNU mengadakan kegiatan literasi digital dengan tujuan agar warga MTS IU bisa bijak menggunakan media tanpa khawatir resiko dikemudian hari yang akan kita tanggung.
Ibarat sebilah pisau media sosial mempunyai dua sisi yang berlawanan. Media dapat membuat manusia tenar dalam waktu singkat tetapi media juga dengan cepat mampu membunuh karakakter dan menjatuhkan masa depan mereka. Dengan bijak bermedia kita akan mendapatkan rambu-rambu kapan harus posting, komentar atau meneruskan sesuatu di media kita. Setiap tindakan yang kita lakukan di media sosial akan menjadi jejak digital yang sulit terhapus dan dapat menjadi bukti hukum apabila kita terjerat sebuah kasus.
Kegiatan literasi digital merupakan inisiatif dari NU GRES (platform berita online milik pengurus cabang NU Gresik) bekerja sama dengan pengurus PK IPNU IPPNU MTs Ihyaul Ulum. Tujuan utamanya menurut redaktur NU GRES Mas Khidir adalah membentengi generasi muda NU dari berbagai berita hoax yang kian marak hadir diberanda media social kita. “kami mengadakan pelatihan bijak bermedia sosial keseluruh sekolah naungan Ma’arif NU Gresik. Dengan harapan siswa mendapatkan edukasi yang baik tentang menggunakan media.” tambah mas Khidir saat wawancara dengan tim Inspiratif.
Kegiatan literasi digital berlangsung di Aula kesayangan kita. Seluruh anak kelas 9 tampak begitu sangat antusias. Sebagian mereka sangat penasaran terhadap materi yang hendak diajarkan. “saya penasaran, soalnya belum pernah meneriam materi ini sekolah” kata Urfi salah satu siswa kelas 9 Binpres. Saking penasaranya ia dan beberapa kawan mengambil posisi duduk bagian depan.
Sekitar pukul 09.00 WIB pemateri sudah datang di Aula. Sebagian anak sudah siap dengan buku catatan untuk merangkum materi yang disampaikan. Sebelum dimulai ada sedikit kata sambutan dari bapak Amirul Mu’minin, S.Ag selaku penanggung jawab kegiatan. Yuk simak ringkasan materinya biar kalian tambah pinter.
Pada awal materi kita dikenalkan dengan materi adab bermedia sosial. Materi ini intinya mengajari kita bagaimana berkomunikasi dengan menghindari kata-kata kasar dan tidak menyebarkan aib se-sama. Memprioritaskan konten yang bermanfaat dan mengedukasi serta menghargai segala perbedaan pendapat yang ada. Kita juga diajarkan agar dapat membedakan antara mana berita yang fakta dan mana berita yang hoax.
Selain itu kita juga diajarkan cara menggunakan filter THINK sebelum memposting atau berkomentar. Filter THINK itu apasih?, jadi filter THINK itu singkatan dari T(true)= apakah informasi ini benar?, H(helpful)= apakah postingan ini bermanfaat?, I(inspiring)= apakah konten ini menginspirasi?, N(necessary)= apakah perlu disampaikan?, K(kind)= apakah disampaikan dengan cara yang baik?.
Didalam literasi digital ada 4 pilar utama yaitu: etika digital, budaya digital, keterampilan digital dan keamanan digital. Setelah diberi materi, kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menulis beberapa berita hoax yang pernah kita temui, setelah berdiskusi selama 30 menit, setiap perwakilan kelompok membacakan hasil dari berita yang telah didiskusikan. Saat itu kami sangat menyimaknya dengan baik hasil berita dari berbagai kelompok seperti berita tentang kiamat 2012 dan kiamat 2024.
Kegiatan pun berlangsung sangat menyenangkan dan kita mendapatkan banyak pengetahuan dan berbagai edukasi. Setelah kegiatan selesai kami menyempatkan untuk berfoto bersama dengan berbagai gaya salah satunya adalah gaya salam literasi… Salam literasi untuk kita semua.
By Redaksi Inspiratif 19: Saniyatul Hidayah dan Urfita Althofun Nisa (IX-F)
Buletin OSIS MTs Ihyaul Ulum, INSPIRATIF (Media Kreasi dan Inspirasi Siswa) Edisi 19
