Ngaji Kitab Kuning, Tradisi MTs IU Setiap Ramadhan
Bulan Ramadhan menjadi momen yang ditunggu-tunggu umat muslim di dunia, tidak terkecuali siswa-siswi MTs. Ihyaul ulum. Bagi umat muslim bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, setiap perilaku dan amal baik akan mendapatkan ganjaran yang berlipat-lipat jumlahnya.
Maka sudah selayaknya apabila kita semua mengisinya dengan mengerjakan aktivitas yang bermanfaat dan membawa pahala serta kebaikan.
Sebagai Lembaga Pendidikan yang berbasis pesantren, Ngaji kitab adalah kegiatan wajib yang harus dilaksanakan disetiap bulan Ramadhan. Hambar rasanya Ramadhan tanpa kegiatan mengaji kitab kuning, ibaratnya masakan tanpa gula dan garam.
Sebagai akibatnya maka kegiatan belajar mengajar sengaja di Off-kan dan diganti dengan kegiatan mengaji kitab kuning. Pokoknya dijamin Ramadhan di MTs IU pasti sangat syahdu dan menyenangkan, sangat recomended untuk kamu yang butuh ketenangan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini kegiatan mengaji tidak hanya diikuti oleh para santri tetapi bapak/ibu guru dan seluruh staf tenaga kependidikan guyup rukun mengaji berasama di Aula MTs Ihyaul Ulum.
Secara umum kegiatan ngaji kitab kuning di bagi kedalam dua sesi. Sesi pertama di mulai pada pukul 08.00 – 09.00 WIB, kitab yang dikaji adalah Arbain Nawawi dan diasuh secara langsung oleh Kepala Madrasah Bapak Syifa’ul Fuad, M.Pd. Pada sesi pertama semua anak kelas 7,8 dan 9 mengaji pada satu tempat yaitu Aula.
Setelah sesi pertama selesai, siswa akan di bagi menjadi empat majelis. Sesi ini berlangsung mulai pukul 09,00 – 10.00 WIB. Pertama majelis untuk kelas 7 putra yang diasuh oleh Ust. Muhammad Tifrizzi, kedua majelis kelas 7 putri di asuh oleh Ust Huluqul Khoir, kedua majelis ini mengkaji kitab Tahliyah Wattarghib. Mejelis ketiga adalah kelas 8 putra putri di asuh oleh ust Amirul Mu’munin dan kempat majelis kelas 9 putra-putri di asuh oleh Ust Saifullah kedua majelis ini mengkaji kitab Ghoyah Wattaqrib.
Menurut Bu Millah salah satu guru Bahasa Daerah MTs IU mengaku dirinya sangat senang dengan kegiatan ngaji kitab tahun ini. Selain mengingatkan kembali nostalgia pada saat beliau mondok kegiatan ngaji kitab kuning juga memberikan banyak pengetahuan baru tentang tuntunan agama Islam. “ngajinya pak Syifak itu sangat menyenangkan, beliau dapat membawa suasana agar kegiatan ngaji tidak terlalu tegang” canda Bu Millah sambil tertawa.
Tidak hanya guru salah satu santri MTs IU asal Sidayu yang bernama Ammar Abdillah atau akrab disapa Ammar juga merasakan nuansa tenang ketika mengaji kitab Bersama seluruh keluarga besar MTs IU. “ngaji disini sangat berbeda dengan ketika saya ngaji kitab di rumah” kata Ammar kepada redaksi
Dalam pantauan redaksi Inspiratif, kegiatan mengaji kitab kuning berjalan cukup bagus.
Hampir semua siswa baik mukim maupun bajakan sangat aktif dalam mengikuti ngaji, hal ini tidak terlepas dari adanya absensi yang dilakukan oleh wali kelas setiap harinya. Barang siapa tidak mengikuti ngaji maka sama dengan alpa atau dianggap tidak masuk. Bisa jadi mereka mengaji bukan atas kemauan sendiri melaikan takut dengan wali kelasnya.
Banyak persitiwa menarik selama kegiatan ngaji kitab mulai dari kipas yang jumlahnya bisa di hitung dengan jari sehingga membuat suasana ngaji seperti hot potato atau peristiwa tertukarnya sandal dan raibnya sandal tanpa status yang jelas. Datang tidak bawa sandal pulang bawa sandal baru.
Ngantuk berat itu pasti, sebab semriwingnya angin dari jendela yang menembus kulit.Tapi kapan lagi mencari pahala yang banyak saat Ramadhan tiba. Tidur ada bernilai pahala apalagi menahan ngantuk untuk mengikuti ngaji. Hitung-hitung panen pahalalah hahaha.
Mengenal sedikit tentang kitab Arbain Nawawi yang diikuti seluruh kelas 7,8, dan 9 yang dilaksanakan di aula MTs. Ihyaul Ulum. Kitab ini terdapat 42 hadist. Dikutip dari website Nu Online. Hadits-hadits tersebut berkaitan dengan pilar-pilar dalam agama Islam serta hadits-hadits yang berkaitan dengan jihad, zuhud, nasihat, adab, niat-niat yang baik dan semacamnya.
Hadits-hadits dalam Arbaîn Nawawiyah merupakan landasan atau fondasi dalam agama Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa ajaran Islam, atau setengahnya, atau sepertiganya berlandaskan pada hadits-hadits dalam kitab ini (Imam an-Nawawi, al-Arba’în an-Nawawiyah,).
Ada ilmu yang saya ingat dari penuturan Ust. Syifa’ul Fuad ketika saya ikut mengaji kitab Arbain Nawawi. Salah satunya beliau menyampaikan bahwa “Kalau kita memiliki niat untuk berbuat kebaikan meski tidak jadi melakukannya, maka kita tetap dapat pahala. Contohnya ketika sampean niat ikut mengaji Ramadhan, tapi ternyata sampai sini sampean tidak sengaja tertidur maka tetap akan tercatat niat mengajinya. Insya Allah kita tetap mendapatkan pahala dari niat tersebut,” ungkap beliau.
Nah loh sobat inspiratif, ketika kalian niat ngaji kitab namun buru-buru karena takut terlambat. Ketika sampai tujuan ternyata lupa tidak bawa bolpoin. Itu juga tercatat pahala loh sobat inspiratif. Alias ini cerita saya hahahah. Banyak sekali Ilmu yang saya dapatkan dan pengalaman yang unik ketika saya mengikuti ngaji bersama di Mts IU saat bulan Ramadhan tiba.
Sobat inspiratif juga jangan malas ya mengikuti ngaji saat Ramadhan. Tahun depan kita akan bertemu lagi loh pada progam ngaji bersama. Sampai jumpa pada tahun depan. Jangan lupa puasanya, jangan mokel tanpa sebab. Sebelum itu selamat menjalankan puasa. Bye bye……… Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
By Redaksi 4: Salsafa Amrina Rosada, Naja Aulia (VIII F)
