P5RA, Belajar Pembuatan Video Kreatif dan Bijak Bermedia Sosial
Sobat Inspiratif pripun kabarnya. Kali ini redaksi akan memcoba memotret aktivitas anak kelas 7 dan 8 MTs IU di akhir semester genap. Yup apalagi kalau bukan kegiatan P5RA (Projek penguatan profil pelajar Pancasila rahmatan lil alamin). Kegiatan ini konon merupakan agenda wajib yang harus dilaksanakan sejak terbitnya kurikulum merdeka. Daripada penasaran yuk simak ceritanya…
Kegiatan P5RA dilaksanakan selama 5 hari terhitung sejak tanggal 14 sd 19 mei 2025. Menurut ketua panitia ibu Ifadatun Nisa’ S.Pd kegiatan P5RA kali terbagi dalam tiga tahapan. Workshop, pembuatan video dan presentasi karya. “karya terbaik akan kita berikan hadiah khusus, tapi masih rahasia biar surprise” kata bu Nisa sambil bercanda. Semua kegiatan berpusat di Aula MTS IU tercinta.
Kegiatan workshop dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama materi yang diajarkan adalah cara pembuatan video kreatif dan menarik. Untuk mendukung hal tersebut panitia menghadirkan dua narasumber professional dibidang media digital yakni Danis Danial, seorang konten kreator yang aktif diberbagai platform media sosial serta Alaika MH Visual frelenser yang sudah berpengalaman dalam pembuatan video kreatif. Dalam kegiatan ini peserta diajarkan Teknik pengambilan gambar menggunakan ponsel atau kamera, Teknik pencahayaan dan proses editing sederhana sebuah video. Selain materi yang disampaikan secara interaktif pematerinya juga lumayan cakep sehingga membuat mata betah melihatnya.
Workshop kedua berlangsung pada hari kamis tanggal 15 Mei 2025. Topik materinya adalah bijak bermedia sosial, narasumber yang dihadirkan adalah M. Najihuddin Nizam, S.Sos, S.Pd Kepala debuti bidang pelatihan dan skill siber PC ANSOR Gresik. Pelatihan ini bertujuan menanamkan sikap bijak dalam menggunakan media dikalangan remaja khususnya warga MTS IU. Dalam pelatihan ini peserta dibekali cara memilah informasi yang baik, menghindari hoax, atau perilaku negative di media sosial terutama cyber bullying yang sekarang lagi marak. Selain itu, pemateri juga mengajak semua peserta untuk memanfaatkan media social sebagai sarana belajar, berkreasi dan menyebarkan konten bermuatan hal-hal positif.
Dalam pemaparanya Muhammad Najihuddin menekankan pentingnya kesadaran digital dalam era informasi yang serba cepat. Menurut beliau media sosial ibarat sebilah mata pisau yang memilki dua sisi berlawanan yaitu sisi baik dan buruk. Media sosial mampu mengangkat derajat seseorang dengan cepat dan menjatuhkanya dengan cepat pula. Maka langkah terbaik bagi seorang pelajar adalah selalu bijak dalam menggunakan media social.
Setelah cukup mendapatkan bekal materi diworkshop maka dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan video. Untuk mempermudah setiap kelas dibagi menjadi lima kelompok, setiap kelompok wajib menyetorkan satu video. Ada lima ketegori yang dapat dipilih antara lain kuliner, review, tutorial, promosi sekolah dan teknologi. Dari Sembilan kelas terkumpul 50 video yang telah disetor dan siap dinilai oleh dewan juri. Menurut panitia kreteria penilain video meliputi kesesuian tema, konsep video kreativitas dan kesesuaian. “kelompokku milih review makanan, kebetulan ibu jualan bakso iga sapi yang sangat enak. Lumayan sekaligus sebagai ajang promosi” ucap Dea salah satu ketua kelompok dari kelas Binpres.
Kegiatan pembuatan video dilaksanakan secara mandiri dengan didampingi oleh wali kelas. Alahmdulilah sekolah juga diliburkan karena ada acara Pergunu jadi peserta bebas berkreasi. Dari pantauan inspiratif meskipun sekolah libur tetapi hampir sebagian besar anak kelas 7 dan 8 hadir disekolah. Mereka berkumpul mengelompok untuk berdiskusi tentang tema, alur dan sarana yang dibutuhkan untuk pembuatan video. Setelah semua siap maka mereka kemudian menyebar disetiap sudut sekolah dan luar sekolah untuk pembuatan video. Ada yang bargaya layaknya seorang artis, ada juga yang tertawa karena salah dalam pengucapan atau gerakan kurang sesuai, pokoknya seru serta menyenangkan.
Hari yang ditunggu tiba juga, is time to gelar karya. Waktunya menampilkan hasil karya setiap kelompok. Sejak pukul 08.00 WIB semua peserta telah berbaris rapi di Aula menunggu penampilan karya mereka. Setiap karya akan diputar satu persatu sehingga dapat disaksikan sekaligus dikomentari oleh peserta yang hadir. Keseruan tampak apabila ada adegan video yang lucu olan menggemaskan. Secara umum hasil video mereka luar biasa. hal ini mendapatkan acungan jempol dari penanggung jawab kegiatan bapak Junaidi Abdillah S.Pd. “saya senang sekali ternyata anak MTS IU itu sangat kreatif, tahun depan kita akan mengundang sutradara filem atau sineas sebagai narasumber sehingga videonya tambah mantap” ucap Pak Jun. Waduh janji ya pak…ingat janji itu hutang. Cukup sekian ya sob lain kali kita sambung lagi dengan lipsus yang tambah seru dan menarik.
By Redaksi Inspiratif 19: Nafa (VIII-Binpres)
Buletin OSIS MTs Ihyaul Ulum, INSPIRATIF (Media Kreasi dan Inspirasi Siswa) Edisi 19
