Setelah kemarin pelatihan pengurusan jenazah untuk siswa laki-laki, kali ini giliran siswi perempuan yang mendapatkan pelatihan. Pelatihan pengurusan jenazah untuk siswi perempuan dibimbing oleh Bu HJ. Wirdati Muhith, SQ. Beliau adalah salah satu pengajar di Yayasan Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun.

Lalu kenapa tidak jadi satu saja bersama Pak Khoirul Amilin? Karena menurut ajaran agama islam baiknya jenazah laki-laki diurus oleh Muslim laki-laki. Sedangkan jenazah perempuan baiknya diurus oleh Muslimah perempuan.

Pelatihan ini adalah perpanjangan materi dari para pengajar di MTs Ihyaul Ulum Dukun. Pada materi pengurusan jenazah mereka sudah diberi gambaran umum seperti apa nanti saat mengurus jenazah. Karena dalam Islam mengurus jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah.

Pelatihan mengurus jenazah bersama Bu Wirdati Muhith tak kalah responsifnya seperti pelatihan untuk siswa laki-laki. Para siswi memperhatikan dengan seksama tiap penjelasan dari Bu Wid (panggilan dari Bu Wirdati Muhith). Bu Wid menjelaskan bahwa kain kafan untuk jenazah perempuan itu sebanyak 5 lembar. “Semoga pelatihan ini menjadi manfaat bagi mereka saat Kembali ke masyarakat” ucap salah satu guru pendamping pelatihan ini.