Perkemahan Penuh Nuansa Horor
Salam pramuka! Salam. Hallo sobat inspiratif balik lagi nih sama saya. Jangan bosen yah ketemu mimin. Kali ini saya sebagai salah satu tim redaksi majalah inspiratif akan menceritakan pengalaman yang saya sendiri alami ketika saya berada di perkemahan PERUGA II yang ada di Lapangan Bende, Sumurber, Panceng, Gresik.
Namun, sebelum membahas ke topik cerita. Kalian tahu tidak apa itu kepanjangan PERUGA? Jadi kepanjangan PERUGA adalah “Perkemahan Regu Penggalang”. Nah sudah tahu kan apa itu PERUGA.
Perkemahan PERUGA sendiri diadakan setiap 2 tahun sekali loh. Acara ini juga diikuti MTs se- Gresik Utara. Kebetulan sudah 2 kali MTs. Ihyaul Ulum mengikuti acara PERUGA.
Nah tujuan MTs IU mengikuti acara ini adalah untuk membentuk karakter siswa -siswi MTs IU. Seperti kedisiplinan, kesopanan, patuh pada aturan, kreatifitas, dan kecakapan berpikir. Karakter ini dibentuk dari kegiatan alam yang biasanya dilakukan oleh organisasi kepramukaan.
Nah balik ke topik cerita lagi nih. Untuk acara PERUGA II dilaksanakan mulai tanggal 24 -26 Oktober 2023. MTs. Ihyaul Ulum sendiri memberangkatkan sekitar 21 siswa-siswi yang memang sudah ditunjuk untuk mengikuti acara PERUGA. Mulai dari jenjang kelas 7,8 hingga kelas 9.
Kegiatan di hari pertama akan segera selesai. Kami diberi waktu ISHOMA seperti biasa dan menunggu salat magrib dan Isya’ berjamaah di lapangan. Setelah salat isya’ berjamaa selesai. Kami akan mengikuti kegiatan pentas seni hari kesatu PERUGA.
Tentunya kami sudah persiapan dong jauh-jauh hari untuk ditampilkan di sini. Banyak sekali penampilan-penampilan bagus, lucu, seru dari sekolah lain. Diantara ada tari tradisional, menyanyi dan ada juga yang menampilkan pentas drama. Namun tidak kalah seru dengan peserta lainnya.
Kami dari tim MTs Ihyaul Ulum menampilkan tari kreasi. Yang mana mengkolaborasikan antara tari tradisional, tari modern dan pencak silat. Yang kebetulan tarian itu saya sendiri yang buat. Hahahaha kalau mau lihat tayangannya silahkan lihat di Youtube.
Singkat cerita setelah acara pentas seni hari pertama yang begitu seru selesai. Saatnya kita istirahat untuk tidur merajut mimpi-mimpi indah. Masih nyenyak-nyenyaknya tidur. Kami dibangukan jam 02.00 WIB dini hari Untuk persiapan selanjutnya.
Kenapa jam segitu? Karena mandinya antri ya sobat. Jadi prepare dulu hingga menunggu salat subuh berjamaah. Melihat regu lainnya sudah ada yang mulai memasak, makan, hingga sudah mandi. Saya merasa minder. Padahal bangun jam segitu saya merasa sudah paling rajin hahaha.
Saat pagi tiba, kami melakukan aktivitas seperti biasanya. Melakukan pionering, menyablon, hingga outbound. Kegiatan ini berakhir jam 13.00 WIB. Seperti biasa kita diberi waktu ISHOMA.
Disela-sela waktu ISHOMA tim kami berdiskusi untuk menyiapkan api unggun. Sebagai bentuk amanah dan rasa tanggung jawab karena tim kami ditunjuk menjadi petugas api unggun berbarengan dengan pentas seni hari kedua.
Tentunya hal ini tidak remeh sob. Coba pikiran jikalau tiba-tiba api unggunya tidak nyala nanti. Siapa yang disalahkan? Tentu saja tim kami. Itulah mengapa kami harus banyak berdiskusi, agar kerja sama tim dapat terjalin dengan baik.
Nah ini nih cerita yang kita tunggu-tunggu. Cerita horor yang kami alami di sini. Pada saat kami upacara api unggun, saat lampu utama dimatikan dan upacara saat itu sedang berlangsung. Kita semua harus membaca dasa darma dan membawa obor.
Saat itu juga suasana mencekam mulai terjadi. Srmilir angir yang menembus kulitku bergidik. Hawa dingin bahkan menembus tulang-tulangku. Padahal api unggun saat itu di depanku. terdengar suara teriakan- teriakan yang cukup keras dari samping panggung. Saya kaget, saya kira hanya saya yang mendengarkan teriakan itu. Ternyata semua orang mendengarkan teriakan itu juga. Lantas saya sadar, bahwa suara teriakan itu berasal dari peserta lain. Dibarengi dengan teriakan dari arah lain.
Ternyata saat itu ada beberapa peserta yang kesurupan. Kalau katanya sih mereka dirasuki oleh jin penunggu pohon besar disamping panggung. Namun dibalik cerita itu, ada peserta yang membuang gas portable dan menyebabkan kebakaran kecil pada hari pertama. Itulah alasan penunggu pohon bessar itu marah dan menyebabkan ada beberapa peserta yang memang peka menjadikannya kesurupan. Untung saja kesurupan itu tidak memakan waktu yang lama. Saya lega karena kesurupan itu tidak menjadikan kesurupan masal peserta lainnya. Alhamdulillah waktu tim panitia sangat sigap memanggil ustaz yang ada di sana.
Setelah kejadian mengerikan itu berakhir, kita tetap melanjutkan acara pentas seni hari kedua dengan meriah. Tak lupa setelah pentas seni selesai kami semua istirahat dan tidur. Saat paginya kami bangun jam 04.00 pagi. Kami semua bangun kesiangan karena hari kedua sangat menguras tenaga kami. Heheheh.
Yap benar, hari ini adalah hari terakhir kami pada acara PERUGA 2023. Hari ketiga kami melakukan apel dan jelajah terlebih dulu sebelum pulang. Tidak afdhol pramuka tanpa adanya jelajah. Setelah serangkaian kegiatan jelajah seperti menjawab berbagai macam pertanyaan tentang sandi dll itu selesai. Kami diberi waktu ISHOMA seperti biasa. Setelah itu kami mengemas pakaian kami serta barang-barang kami yang amat banyak itu. Jam 15.00 WIB kami melakukan upacara penutupan.
Setelah tiga hari berlangsung dengan bau badan yang amat wangi, ada rasa sedih di hati karena kita akan berpisah dengan teman-teman baru yang kita temui di sana. Banyak sekali pengalaman seru dan unik yang tercampur aduk jadi satu. Pengalaman seperti ini akan menjadi pengalaman abadi yang akan kami kenang selamanya.
Kok jadi mellow gini hahaha. Yaudah sobat inspiratif jadi ceritanya sampai sini dulu ya. Kalau mau versi lengkapnya boleh langsung tanya saya hehhehe. Terima kasih sudah mau membaca cerita kami. Salam pramuka!!!!
By Redaksi
Dinda Haniyah
