Remidi SAS Penuh Dengan Ratapan
Setelah 9 hari mengerjakan soal di kertas ujian, maka tugas bagi siswa-siswi MTs Ihyaul Ulum Dukun belum selesai. Mereka akan melanjutkan dengan 4 hari tambahan untuk Ujian Remidi, pada tanggal 9-12 Desember 2024. Pun tidak semua siswa-siswi melaksanakan ujian remidi, hanya siswa-siswi yang belum tuntas dalam memahami bahan ajarnya saja.
Bagi guru ujian remidi ini adalah cara untuk memastikan lagi apakah benar anak didiknya belum mampu menguasai materi yang telah diajarkan. Jadi soal yang diujikan kembali juga sudah disesuaikan dengan materi yang memang belum di pahami saja.
Remedial/Remidi adalah suatu kegiatan pembelajaran bagi peserta didik yang belum menguasai bahan pelajaran dengan tujuan untuk memperbaiki penguasaan bahan ajar, sehingga diharapkan mampu mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online, remedial berarti sesuatu yang berhubungan dengan perbaikan. Dari sisi pengajaran, remedial berarti pengajaran ulang bagi siswa yang memiliki hasil belajar yang buruk.
Beberapa tujuan khusus pengajaran remedi bagi siswa antara lain: bisa mengenali kelemahan dalam mempelajari materi, memperbaiki atau mengubah cara belajar yang lebih baik, memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat, mengembangkan sikap dan kebiasaan yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang lebih baik, melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru, serta mengembangkan sikap dan kebiasaan baru dalam belajar.
Menurut Ibu Kurnia Rahmianum, salah satu pemateri pada Webinar Adaptasi Pembelajaran Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2020. Menurut beliau “remedial merupakan proses recovery. Sebab pada proses remedial ini pendidik membantu peserta didik untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapi secara mandiri, mengatasi kesulitan dengan memperbaiki sendiri cara belajar dan sikap belajarnya yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal”.
