Sema’an Al Qur’an 5 Juz Oleh Nuraini
Siapa yang tak bangga punya anak pandai menghafal Al Qur’an. Seperti yang umum diketahui masyarakat muslim bahwa menjadi seorang hafidz atau hafidzah memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah SWT. Seperti dijelaskan dalam hadist berikut:
“Allah berfirman, ‘Barang siapa yang disibukkan dengan Al Qur’an dan mengingat-Ku, maka akan Aku berikan keutamaan kepadanya lebih besar dari apa yang Ku berikan kepada lainnya dan keutamaan kalam Allah dibanding kalam lain ibarat keutamaan Allah dengan mahluknya’.” (HR. Tirmidzi).
Hari ini (13/5/2025), ananda Nuraini melaksanakan sema’an Al Qur’an 5 Juz. Ananda sekarang duduk di kelas 8F (8 Tahfidz). Ananda tiap hari bersama teman-temannya di kelas Tahfidz mengikuti kegiatan yang dirancang khusus oleh para pengajar agar mudah menghafal Al Qur’an.
Sema’an Al Qur’an ini adalah salah satu rangkaian kegiatan bagi siswa-siswi kelas Tahfidz di MTs. Ihyaul Ulum. Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan hafalan bagi kelas Tahfidz.
Janji Allah bagi orang yang mau membaca Al Qur’an sangatlah luar biasa. Seperti janji Allah pada QS. Fathir: 29-30 yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. Agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri”
Tidak hanya bagi diri si penghafal Al Qur’an saja kemuliaan yang dijanjikan Allah, tapi bagi orang tua juga akan mendapat kemuliaan juga. Seperti dijelaskan dalam hadist berikut:
“Al-Quran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, ‘Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu… ‘. Kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, ‘Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?’ kemudian dijawab, ‘Karena anakmu belajar al-Quran.'” (HR. Thabrani dalam al-Ausath 6/51, dan dishahihkan al-Albani).
