Seminar Fiqih Wanita, Haid dan Istihadha
PK IPNU IPPNU MTs Ihyaul Ulum memang sedang aktif-aktifnya. Bagaimana tidak, setelah sukses dengan acara workshop dan pelatihan kini mereka mengadakan seminar.
Seminar ini di khususkan untuk para siswi alias murid perempuan. Kenapa seperti itu? Karena seminar ini akan membahas tentang fiqih Wanita yakni haid dan istihadha. Jadi tidak mungkin yang laki-laki akan mengalaminya.
Seminar ini diwajibkan bagi para siswi kelas 7, tapi kalau jenjang kelas di atasnya ingin ikut juga diperbolehkan. Kenapa yang duduk di kelas 7 diwajibkan? Ini dikarenakan rata-rata anak usia 12 tahun akan mulai mengalami haid pertama mereka. Dikutip dari klikdokter.com dan hellosehat.com “Anak perempuan umumnya akan mendapatkan haid pertama pada rentang usia 10 – 15 tahun, dan kebanyakan kasus mereka mendapatkan haid pertama di usia 12 tahun”.
Kebanyakan di Indonesia untuk anak usia 12 tahun itu masih di jenjang SD kelas 6 atau 1 SMP. Itulah sebabnya kenapa yang diwajibkan untuk mengikuti seminar fiqih Wanita (haid dan istihadha) adalah siswi kelas 7.
Adapun pembicara pada seminar tersebut adalah Ibu Hj. Fitrotin Nufus, S.Pd. Dengan mengusung tema “Kiat Muslimah Shalihah dan Ahlu Jannah dengan Berbekal Al Fiqhu Lil Mar’ah”.
Acara tersebut diikuti dengan antusias rasa penasaran para siswi. Bagaimana tidak, haid akan menjadi rutinitas mereka tiap bulannya. Saat masih kanak-kanak mereka tidak pernah merasakan haid. Tetapi saat di usia remaja ini mereka akan mulai merasakannya.
Pada acara seminar tersebut Bu Fifit (panggilan akrab Bu Fitrotin Nufus) menjelaskan haid itu apa, bagaimana cara bersuci setelah haid selesai, dan beliau juga menjelaskan perbedaan antara haid dan istihadha agar para siswi tidak salah dalam menjalankan perintah agama.
